Pengertian Gejala Jiwa
Sebagaimana telah
dijelaskan sebelumnya, psikologi merupakanilmu yang mempelajari proses
mental dan perilaku pada manusia. Perilakumanusia akan lebih mudah dipahami
jika kita juga memahami prosesmental yang mendasari perilaku tersebut. Demikian
juga kita akan lebihmudah memahami perilaku siswa jika kita memahami
proses mental yangmendasari perilaku siswa tersebut Mengingat
pentingnya pemahamantentang proses mental tersebut, maka dalam bab ini akan
dijelaskan beberapa akfivitas atau proses mental yang umum terjadi pada
manusia,khususnya yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Proses
mental juga sering disebut dengan gejala jiwa.
Macam-Macam Gejala-Gejala Jiwa dan Karakteristiknya
Gejala Jiwa Kognisi
(Pengenalan) Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang
mempunyai padanan kata atau sinonim knowing yang mempunyaiarti mengetahui.
Dalam arti luas, cognition (kognisi) merupakan pemerolehan, penataan, dan
penggunaan pengetahuan. Dalam perkembangannya istilah kognisi
berkembang menjadi suatu ranah psikologis manusia yang meliputi
setiap peilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan,
pengolahan, informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Gejala
kognisi meliputi:
1.Pengamatan
Pengamatan merupakan proses
mengenal segalasesuatu yang ada disekitar kita dengan menggunakan alat indera.
Panca indera dimilik oleh baik manusia maupun hewan. Namun manusia
dianugerahi akal yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk Tuhan
yang lainnya.Proses dalam pengamatan adalah sebagai berikut:
a. Harus ada perhatian
yang ditujukan kepada perangsang
b. Ada perangsang yang mengenai
alat indera kita
c. Ada alat indera syang
menangkap perangsang
d. Ada urat syaraf yang membawa
perangsang ke otak
e. Ada otak yang menyadarinya.
2. Tanggapan
Tanggapan sebagai salah satu
fungsi jiwa yang pokok, dapat diartikan sebagai gambaran ingatan dari
pengamatan, ketika objek yang di amati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu
pengamatan. Jadi, jika proses pengamatan sudah berhenti, dan hanya tinggal
kesan-kesannya saja, peristiwa demikian ini disebut tanggapan. Tanggapan
disebut “laten” (tersembunyi, belum terungkap), apabila tanggapan tersebut ada
di bawah sadar,atau tidak kita sadari, dan suatu saat
bisa disadarkan kembali. Sedang tanggapan disebut “aktual”, apabila tanggapan
tersbut kita sadari.Perbedaan antara tanggapan dan pengamatan:
a. Pengamatan
terikat pada tempat dan waktu, sedang padatanggapan tidak terikat waktu dan
tempat.
b. Objek
pengamatan sempurna dan mendetail, sedangkanobjek tanggapan tidak mendetail dan
kabur.
c. Pengamatan
memerlukan perangsang, sedang padatanggapan tidak perlu ada rangsangan.
d. Pengmatan
bersifat sensoris, sedang pada tanggapan bersifat imaginer.
3. Fantasi
Fantasi adalah daya jiwa untuk
membentuk ataumencipta tanggapan-tanggapan baru dengan bantuantanggapan yang
sudah ada,Jenis-jenis fantasi adalah sebagai berikut:Jenis Fantasi:
a. Fantasi
Mencipta
Fantasi yang
terjadi atas inisiatif atau kehendak sendiri, tanpa bantuan orang lain atau jenis fantasi yangmampu menciptakan hal-hal baru. Fantasi macam ini biasanya
lebih banyak dimilki oleh para seniman, anak-anak, dan para ilmuwan.
b. Fantasi
Tuntunan atau Terpimpin
Fantasi yang
terjadi dengan bantuan pimpinan atau tuntutan orang lain. Dalam hal ini
misalnya kalau kita sedang membaca buku, kita mengikuti pengarang buku itu
dalam ceritanya.
Fungsi Pokok
Fantasi adalah sebagai berikut:
a)
Fantasi mengh-abstrahir (mengabstraksi)
Fantasi dengan
menyaring atau memisahkan sifat-sifat terentu dari tanggapan yang sudah ada.
Misalnya
anak yang belum pernah melihat gurun pasir, maka dalam berfantasi,
dibayangkan denganmelihat gurun pasir, maka dalam berfantasi, dibayangkan denganseperti lapangan tanpa pohon-pohon
disekitarnya dantanahnya malulu pasir semua bukan rumput.
b)
Fantasi Mengkombinir
Fantasi dengan mengabungkan dua atau
lebihtanggapan-tanggapan yang sudah ada, disusunmenjadi satu
tanggapan baru. Misalnya: Tanggapan badan singa + kepala manusia
= Spinx di kota Mesir
c)
Fantasi Mendeterninir
Fantasi dimana tanggapan lama
dilengkapi,disempurnakan dan mendapatkan ketentuan yang lebih jelas dan
terbatas sehingga tercipta tanggapan baru
4. Daya ingat
Ingatan (memory) ialah kekuatan
jiwa untuk menerima,menyimpan, dan mereproduksi kesan kesan. Sifat Daya ingatan
itu tidak sama pada tiap orang, olehkarena itu, sifat daya
ingatan dibedakan menjadi:
a) Ingatan yang mudah dan cepat: orang yang memilikidaya ingatan
inidnegan cepat dan mudah menyimpan danmencamkan kesan-kesan.
b) Ingatan yang luas dan teguh: sekaligus seseorang dapatmenerima banyak
kesan dan dalam daerah yang luas
c) Ingatan yang setia: kesan yang telah diterimanya itu tetapitidak
berubah, tetap sebagimana waktu menerimanya.
d) Ingatan yang patuh: kesan-kesan yang telah dicamkan dan disimpan
itu dengan cepat dapat direprodusir
5.
Berpikir
Ialah hasil proses berfikir
yang merangkum sebagiandari kenyataan yang dinyatakan dengan satu
perkataan. Dalam hal ini misalnya pengertian “sepeda”
merangkum segala jenis sepeda yang kita ketahui, dan kita menyatakannya
dengan satu perkataan yaitu “sepeda”.
Dalam berfikir, seseorang
menghubungkan pengertiansatu dengan pengertian lainnya dalam rangka
mendapatkan pemecahan persoalan yang
dihadapi. Dalam pemecahan persoalan, individu membeda-bedakan,
mempersatukan dan berusaha menjawab pertanyaan, mengapa, untuk apa, bagaimana,
dimana dan lain sebagainya.Hal-hal yang berhubungan dengan berfikir adalah:
a. Pengertian
b. Keputusan
c. Kesimpulan
6.
Intelegensi
Intelligensi ialah kesanggupan rohani untuk
menyesuaikan diri kepada situasi yang baru dengan menggunakan berpikir menurut
tujuannya. Seseorang dapat dikatakan
berbuat intelligen kalau dalam situasi tertentu, ia dapat berbuat dengan cara-cara yang
tepat. Artinya, ia dapat memecahkan kesulitan-kesulitan, soal-soal
yang terdapat dalam situasi itu. Dengan kata lain, ia dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang baru itu.
Gejala Jiwa Konasi
Kemauan merupakan salah satu
fungsi hidup kejiwaanmanusia, dapat diartikan sebagai aktifitas
psikis yang mengandungusaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu
tujuan.Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada sesuatuarah.
Adapun tujuan kemampuan adalah pelaksanaan suatu tujuan-tujuan yang harus
diartikan dalam suatu hubungan. Misalnya,seseorang yang memiliki
suatu benda, maka tujuannya bukan pada bendanya, akan tetapi pada
mempunyai benda itu”, yaitu berada dalam relasi (hubungan), milik atas benda
itu. Seseorang yangmempunyai tujuan untuk menjadi sarjana, dengan
dasar kemauan,ia belajar dengan tekun, walaupun mungkin juga sambil
bekerja.
Dalam istilah sehari-hari, kemauan dapat
disamakan dengankehendak dan hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk
dapatmencapai sesuatu yang merupakan kekuatan dari dalam dantampak dari luar sebagai
gerak-gerik. Gejala Konasi terbagi atas:
a.
Dorongan
b.
Keinginan
c.
Hasrat
d.
Kecenderungan
e.
Hawa nafsu
Kemauan Pribadi memberikan corak dan
menentukan, sesudahmemilih dan mengambil keputusan. Perbuatan
memilih dan mengambil keputusan ini disebut dengan keputusan
kata hati.
Gejala Jiwa Emosi (Perasaan)
Perasaan termasuk gejala jiwa yang dimiliki
oleh semua orang dan tingkatannya tidak sama. Perasaan
tidak termasuk gejala mengenal, walaupun demikian, perasaan sering juga
berhubungan dengan gejala mengenal
Jenis-jenis Emosi (perasaan) adalah sebagai
berikut:
1.
Perasaan-perasaan jasmaniyah:
jenis perasaan ini sering pula disebut perasaan tingkat rendah yang
terbagi sebagai berikut:
a) Perasaan sensoris: yaitu
perasaan yang berhubungan dengan stimulus terhadap indra, misalnya: dingin,
hangat, pahit, asam dan sebagainya.
b) Perasaan vital: yaitu
perasaan yang berhubungan dengan kondisi jasmani pada
umumnya, misalnya lelah, lesu, lemah, segar, sehat dan sebagainya.
2.
Perasaan-perasaan rohaniah:
sering pula disebut sebagai perasaan luhur (tingkat tinggi), yang
terdiri dari:
a)
Perasaan intelektual: yaitu
perasaan yang berhubungan dengan kesanggupan intelektual dalam mengatasi suatu masalah, misalnya: senang atau puas
ketika berhasil (perasaan intelektual positif), kecewa atau
jengkel ketika gagal (perasaan intelektual negatif).
b)
Perasaan kesusilaan (etis):
yaitu perasaan yang berhubungan dengan baik buruk atau norma,
misalnya: puas ketika mampu melakukan hal yang baik, atau menyesal ketika mampu
melakukan yang tidak baik
c)
Perasaan
estetis (keindahan); yaitu perasaan yang berhubungan dengan
penghayatan dan apresiasi tentang sesuatu yang indah tau tidak indah. Perasaanini
timbul jika seseorang mengamati sesuatu yang indahatau yang jelek.
Yang indah menimbulkan perasaan positif, yang jelek menimbulkan perasaan
yang negatif.
d)
Perasaan sosial
(kemasyarakatan): yaitu perasaanyang cenderung untuk meningkatkan diri
dengan orang-orang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia, rasa ingin
bergaul, ingin menolong, rasa simpati atau setia kawan dan sebagainya
e)
Perasaan harga diri: yaitu
perasaan yang berhubungandengan penghargaan diri seseorang,
misalnya: rasasenang, puas, dan bangga akibat adanya pengakuandan penghargaan
dari orang lain atau sebaliknya.
f)
Perasaan ketuhanan (religius):
yaitu perasaan yang berkaitan dengan kekuasaan eksistensi dari Tuhan.
Manusia merupakan satu-satunya yang di anugerahkan perasaan ini oleh Tuhan. Perasaan
ini digolongkan pada peristiwa psikis yang paling luhur dan mulia. Menurut
pandangan filsafat ketuhanan (theologi) menusia disebut “homo divinans” yaitu
manusia senantiasa memiliki kepercayaan terhadap Tuhan dan hal-hal yang
bersifat ghaib.
Gejala Jiwa Campuran
Gejala campuran meliputi Perhatian, Sugesti,
dan kelelahan.
1.
PerhatianPerhatian adalah
keaktifan jiwa yang diarahkan kepadasesuatu obyek baik di dalam maupun diluar
dirinya.Faktor yang mempengaruhi perhatian :
˗ Pembawaan
˗ Latihan dan kebiasaan
˗ Kebutuhan
˗ Kewajiban
˗Keadaan jasmani
˗ Suasana jiwa
˗ Suasana di sekitar
˗ Kuat atau tidaknya perangsang dari obyek itu
sendiri
2.
Sugesti
Sugesti adalah pengaruh atas
jiwa atau perbuatanseseorang, sehingga pikiran, perasaan dan
pikirannyaterpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui apa yang
dikehendaki dari padanya.Cara untuk menyugesti :- Dengan membujuk- Dengan
memuji- Dengan menakut – nakuti dengan menunjukan kekurangan atau
kelebihan
3.
Kelelahan
Adalah gejala berkurangnya
manusia untuk melakukan sesuatu.
Sebab-sebab terjadinya kelelahan:
1)
Kelelahan disebabkan oleh
pekerjaan jasmani. Misalnya,olahraga.
2)
Kelelahan disebabkan oleh
pekerjaan jiwa. Misalnya,memikirkan masalah yang sulit/pelik.
Macam-macam kelelahan:
1)
Kelelahan jasmani
2)
Kelelahan Rohani
Hubungan kelelahan jasmani dan
rohani yaitu pekerjaan jasmani dapat menimbulkan kelelahan jasmani
pun dapatmenimbulkan kelelahan rohani.

Komentar
Posting Komentar